Jenis-jenis Fitting Pneumatic Terbaik dan Fungsinya untuk Otomasi Industri

Maret 03, 2025
Jenis dan Fungsi Fitting Pneumatic untuk Industri - Bawalaksana ID

Fitting pneumatic adalah komponen penghubung (konektor) yang berfungsi untuk menciptakan sambungan yang aman dari kebocoran dalam sistem udara bertekanan (pneumatic system). 

Komponen ini dikenal juga dengan nama Pneumatic Connector yang akan menghubungkan antara selang pneumatik, silinder, valve, FRL dan komponen lainnya dalam sistem pneumatik. Connector Pneumatic sangat vital, karena berfungsi untuk memudahkan tim engineer dalam merancang dan menyesuaikan saluran udara dalam sistem pneumatik. 

Berikut ini adalah diantara contoh umum dari manfaat sambungan pneumatic:

  • Memudahkan dalam bongkar-pasang komponen ketika maintenance atau mengganti perangkat
  • Mempermudah tim engineer ketika ingin menambahkan teknologi baru untuk meningkatkan produktifitas sistem
  • Mengurangi (reduce) laju aliran udara ke komponen tertentu dari sistem pneumatik
  • Merancang saluran udara untuk aplikasi yang rumit
  • Meningkatkan mobilitas sistem untuk gerakan silinder atau perangkat yang terhubung dengan sistem pneumatik

Tidak diragukan lagi bahwa, penggunaan pneumatic fitting yang tepat menjadi pondasi utama dalam menjaga kinerja dan efisiensi sistem pada taraf paling optimal. 

Sebaliknya, implementasi pneumatic fitting yang tidak proper berkontribusi pada produktifitas yang menurun dan menyebabkan sistem sering mengalami masalah.

Dalam artikel ini, tim Bawalaksana.id akan membahas secara lengkap apa itu fitting pneumatic, jenis dan fungsinya untuk sistem otomasi di industri.

The Most Essential Pneumatic Fittings in Industrial Automation - Bawalaksana ID

Apa itu Fitting Pneumatic dan Fungsinya?

Fitting pneumatic adalah komponen yang digunakan untuk menghubungkan selang pneumatik, silinder, valve, FRL dan komponen lainnya dalam sistem udara bertekanan. 

Adapun fungsi dari fitting pneumatic mencakup beberapa hal seperti berikut:

  • Memastikan setiap sambungan dari jalur udara bertekanan aman dari kebocoran.
  • Memudahkan dalam proses bongkar pasang komponen-komponen pneumatik, baik untuk maintenance atau penambahan alat.
  • Memudahkan dalam menghubungkan berbagai jenis saluran udara yang memiliki perbedaan ukuran, material bahan dan bentuk.
  • Memudahkan dalam distribusi udara bertekanan sesuai dengan kebutuhan sistem.
  • Meningkatkan fleksibilitas saluran udara untuk aplikasi yang membutuhkan mobilitas tinggi.

Perlu kami informasikan, bahwa connector pneumatic memiliki beberapa jenis yang disesuaikan dengan material selang, pipa, tekanan operasi dan sektor industri.

Jenis-jenis konektor pneumatik setidaknya mencakup beberapa tipe seperti berikut:

  • Push-in
  • Standard (ulir)
  • Compression
  • Quick
  • Plug-in (push-to-connect)
  • Dan lain-lain

Material bahan dari fitting juga cukup beragam, umumnya menggunakan 3 jenis bahan seperti berikut:

  • Technopolymer (plastik)
  • Brass (putih/kuning)
  • Stainless steel
Memastikan kualitas fitting pneumatic untuk kinerja sistem yang optimal - Bawalaksana ID
Memastikan kualitas fitting pneumatic untuk kinerja sistem yang optimal.

Perlu diketahui, bahwa masing-masing jenis connector pneumatic memiliki kompatibilitas dan karakteristik kinerja yang berbeda-beda. 

Namun, yang harus disadari adalah dengan banyaknya pilihan pneumatic fitting yang ada, hal ini menuntut tim engineer di industri untuk selektif dalam menentukan pilihan. 

Selain itu, perlu dipastikan pula bahwa fitting yang digunakan tidak hanya sesuai dari segi spesifikasi, namun juga sesuai dari segi regulasi yang berlaku di industri Anda.

Hal ini bertujuan agar fitting yang digunakan tidak mudah rusak sehingga mengakibatkan gangguan pada sistem pneumatik dan produktifitas di lantai pabrik. 

Bahkan, jika material bahan yang digunakan tidak kompatibel dengan aplikasi, maka dapat mencemari proses produksi, sehingga akan mengurangi kualitasnya.

Berikutnya, mari kita bahas tentang jenis-jenis pneumatic connection berdasarkan bentuk dan tipe konektornya.

Jenis-jenis Fitting Pneumatic Berdasarkan Bentuknya

Pada dasarnya, jenis pneumatic connection (konektor pneumatik) sangat beragam dan jumlahnya sangat bervariasi, tergantung pada manufaktur atau vendor yang membuatnya. 

Produk-produk fitting untuk setiap vendor juga memiliki kelebihan tersendiri. Karena itu, hal terpenting yang perlu diperhatikan adalah jenis dan spesifikasi yang dipilih adalah sesuai dengan aplikasi di perusahaan Anda.

Berikut ini adalah diantaranya jenis fitting pneumatik yang paling umum digunakan di industri:

Straight Pneumatic Fittings (fitting pneumatik lurus) by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Straight Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Straight

Fitting pneumatic lurus atau straight connector merupakan jenis yang paling dasar dan banyak digunakan di jalur pneumatik. Fungsi utamanya adalah untuk menghubungkan dua bagian selang yang memiliki ukuran yang sama dalam garis lurus atau menghubungkannya dengan komponen bergerak.

Aplikasi straight fitting mencakup seperti:

  • Memperpanjang jalur selang pneumatik pada ukuran yang sama.
  • Menghubungkan selang ke komponen lainnya seperti aktuator dan solenoid valve.
  • Membantu untuk menghubungkan selang dari bahan polymer (plastik) ke saluran dari material logam atau sebaliknya.
  • Menyambungkan selang yang rusak, dengan memotong bagian yang tidak terpakai lalu menyambungkannya kembali.
  • Menyisipkan sambungan pada jalur distribusi seperti pada panel pneumatik atau dashboard kedap udara.

Tipe koneksi yang tersedia untuk straight fitting meliputi:

  • Push-in
  • Quick
  • Standard
  • Compression

Adapun material yang digunakan untuk straight fitting terdiri dari: 

  • Technopolymer (plastik)
  • Brass putih atau kuning
  • Stainless steel

Ketika memilih fitting jenis straight, perlu mempertimbangkan faktor lingkungan, tekanan kerja, suhu operasi dan jenis koneksi kompatibel dengan material selang atau pipa.

Straight Pneumatic Fittings Components - Bawalaksana ID
Straight Pneumatic Fittings Components – Bawalaksana ID

Sebagai informasi umum, bahwa connector pneumatic dengan kualitas terbaik dapat menawarkan berbagai keunggulan penting untuk meningkatkan standar operasi di industri, seperti:

  • Memiliki pegas penjepit halus yang berfungsi untuk menahan selang dengan kuat tanpa merusak atau melukainya.
  • Dilengkapi O-ring untuk meningkatkan sambungan yang aman dan bebas kebocoran. Fitur ini penting karena dapat meningkatkan segel ulir ke permukaan yang miring, kasar dan sedikit cembung. Fitting dengan fitur seperti ini tidak lagi membutuhkan sealant.
  • Dapat digunakan ribuan kali, bahkan tanpa membutuhkan sealant dari bahan apapun. Dengan begitu, saluran sistem pneumatik Anda akan bersih dari kontaminasi sealant yang mungkin terlepas setiap kali fitting diputar
  • Khusus untuk industri F&B, Anda dapat memilih seri NSF/ANSI yang dapat digunakan untuk aplikasi yang sering mengalami kontak zat cair dan makanan
Baca Juga: Rekomendasi Fitting Pneumatic Food Grade dan Tahan Panas
Fitting Elbow Pneumatic by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Elbow Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Elbow

Fitting elbow pneumatic berfungsi untuk membuat belokan pada aliran udara dan mengarahkannya untuk melewati halangan atau rintangan. Fitting jenis ini sangat penting untuk mengoptimalkan tata letak jalur udara dalam sistem pneumatik.

Pada beberapa vendor, Anda bisa menemukan elbow membentuk sudut siku-siku (90°) atau dengan sudut yang lain.

Aplikasi elbow fitting mencakup seperti:

  • Membuat belokan pada jalur udara dari sistem pneumatik di ruang yang terbatas.
  • Menghubungkan selang ke komponen lainnya seperti aktuator dan solenoid valve dengan posisi yang tegak lurus (90°) terhadap selang.
  • Membantu untuk menghubungkan selang dari bahan polymer (plastik) ke saluran dari material logam.
  • Mengarahkan aliran udara untuk melewati halangan atau rintangan.
  • Memudahkan dalam manajemen selang dan jalur distribusi udara.

Tipe koneksi yang tersedia untuk elbow fitting meliputi:

  • Push-in
  • Quick
  • Standard
  • Compression
  • Plug-in (push-to-connect)

Adapun material yang digunakan untuk elbow fitting terdiri dari: 

  • Technopolymer (plastik)
  • Brass putih atau kuning
  • Stainless steel

Fitting jenis elbow tersedia dalam berbagai tipe konektor, ukuran dan konfigurasi yang beragam. Meski begitu, kami merekomendasikan untuk menggunakannya secara bijak agar laju aliran udara dari sistem pneumatik tetap optimal.

Diantara jenis elbow yang worth to mention adalah fitting swivel yang dapat berputar mengikuti perpindahan selang. 

Kelebihan tersebut memberikan fleksibilitas dalam pemasangan dan fleksibilitas, sehingga dapat mengikuti mobilitas silinder pneumatik yang bergerak rotasi. 

Dalam artikel ini kami juga akan membahas fitting swivel secara lengkap pada section berikutnya.

T Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Tee (T) Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Tee (T)

Tee (T) pneumatic fitting berfungsi untuk membagi atau menggabungkan aliran udara dalam sistem pneumatik. Fitting jenis tee memiliki tiga lubang saluran yang membentuk cabang seperti huruf “T” serta dapat menyediakan koneksi yang cukup beragam dalam 1 komponen.

Aplikasi T fitting mencakup seperti:

  • Membagi aliran udara dalam sistem pneumatik dari satu sumber ke dua jalur yang berbeda.
  • Menggabungkan aliran udara dari dua sumber menjadi satu jalur yang searah.
  • Digunakan untuk membuat tapping point (titik penyadapan) untuk memasang flowmeter, pengukur tekanan atau komponen pneumatik lainnya.
  • Mempermudah dalam penyesuaian jalur udara dan modifikasi sistem pneumatik.

Secara umum, fitting jenis T memiliki 3 pilihan, seperti:

  • Equal: Setiap saluran memiliki ukuran yang sama.
  • Reducing: Salah satu dari saluran memiliki ukuran diameter yang lebih kecil, digunakan untuk menghubungkan pada jalur udara dengan ukuran yang berbeda.
  • Branch: Salah satu jalur udara mengarah ke samping seperti cabang, sementara jalur lainnya dalam posisi lurus/sejajar.

Tipe koneksi yang tersedia untuk T fitting meliputi:

  • Push-in
  • Quick
  • Standard
  • Compression
  • Plug-in (push-to-connect)

Adapun material yang digunakan untuk T fitting terdiri dari: 

  • Technopolymer
  • Brass putih atau kuning
  • Stainless steel

Fitting jenis T tersedia dalam berbagai tipe konektor, material, ukuran dan konfigurasi yang beragam. Karena itu, pemilihan yang tepat sesuai dengan aplikasi di industri berkontribusi pada produktifitas dan efisiensi sistem pneumatik secara keseluruhan. 

Baca Juga: Tindakan Strategis untuk Meningkatkan Efisiensi Sistem Pneumatik
Y Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Wye (Y) Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Wye (Y)

Wye (Y) pneumatic fitting memiliki fungsi yang sama dengan fitting T, yaitu untuk membagi atau menggabungkan aliran dalam jalur udara sistem pneumatik. 

Perbedaannya adalah terletak pada percabangan untuk fitting Y lebih landai atau tidak membentuk sudut 90° secara penuh. Hal ini sangat penting karena dapat mengurangi turbulensi dalam saluran pneumatik untuk mencegah penurunan tekanan.

Namun, kelebihan ini tidak berlaku untuk jenis Y fitting parallel atau dual branch, karena memiliki desain yang lebih kompleks.

Aplikasi Y fitting mencakup seperti:

  • Membagi aliran udara dalam sistem pneumatik dari satu sumber ke dua jalur yang berbeda, namun dengan turbulensi yang lebih rendah daripada T fitting.
  • Menggabungkan aliran udara dari dua sumber menjadi satu jalur yang searah.
  • Digunakan untuk menghasilkan 2 hingga 4 jalur percabangan dengan aliran udara yang lebih halus (dual branch version).
  • Mempermudah dalam penyesuaian jalur udara dan modifikasi sistem pneumatik.

Secara umum, fitting jenis Y memiliki beberapa pilihan, seperti:

  • Equal: Setiap saluran memiliki ukuran yang sama.
  • Reducing: Salah satu dari saluran memiliki ukuran diameter yang lebih kecil, digunakan untuk menghubungkan pada jalur udara dengan ukuran yang berbeda.
  • Parallel: Merupakan kombinasi elbow dan wye (Y), pada bagian poros terdiri dari satu jalur, sedangkan pada siku-siku membentuk branch (cabang).
  • Dual Branch: Merupakan kombinasi dari 2Y fitting, pada bagian poros terdiri dari satu jalur, kemudian membentuk 4 cabang.
  • Y90°: Percabangan membentuk kurva Y secara sempurna sehingga dapat menghasilkan turbulensi udara yang sangat minimal.

Tipe koneksi yang tersedia untuk Y fitting meliputi:

  • Push-in
  • Standard
  • Plug-in (push-to-connect)

Adapun material yang digunakan untuk Y fitting terdiri dari: 

  • Technopolymer
  • Brass putih

Jenis fitting Y memiliki pilihan yang relatif sedikit daripada jenis elbow dan tee. Demikian pula halnya dengan material yang digunakan hanya tersedia 2 jenis, plastik dan brass putih. 

Terlepas dari hal itu, setiap vendor fitting dapat menawarkan optional dan kelebihan yang beragam dengan vendor yang lainnya.

Cross (X) Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Cross Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Cross (X)

Cross (X) pneumatic fitting atau sering disebut juga four-way fitting memiliki empat saluran udara terbuka dan saling tegak lurus/bersilang. 

Fungsi dari fitting silang ini adalah untuk mendistribusikan aliran udara bertekanan ke tiga arah sekaligus dari satu sumber. Serta untuk menghubungkan beberapa komponen vital dalam sistem pneumatik. 

Aplikasi cross fitting mencakup seperti:

  • Membagi aliran udara dalam sistem pneumatik dari satu sumber ke tiga jalur yang berbeda secara bersilang, memungkinkan koneksi empat arah dalam satu fitting.
  • Memudahkan tata letak sistem pneumatik yang kompleks dan menghubungkan beberapa komponen vital.
  • Mempermudah dalam penyesuaian jalur udara dan modifikasi sistem pneumatik

Tipe koneksi yang tersedia untuk cross fitting meliputi:

  • Push-in
  • Standard
  • Compression

Adapun material untuk cross fitting menggunakan: 

  • Technopolymer
  • Brass putih

Fitting silang menawarkan kemudahan dalam distribusi jalur udara, namun sambungan ini memiliki beberapa kelemahan, seperti:

  • Memiliki turbulensi yang lebih signifikan dibandingkan dengan Y atau T fitting.
  • Memiliki kerentanan mengalami pecah, karena itu sangat direkomendasikan untuk memilih cross fitting yang terbuat dari brass atau technopolymer dengan desain yang kokoh.
  • Ukuran fitting silang seringkali lebih besar dan kurang fleksibel dari segi bentuk, karenanya jarang digunakan untuk aplikasi di ruang terbatas.

Meskipun four way fitting ini memiliki beberapa kekurangan, ia tetap menjadi bagian penting dari sistem pneumatik dalam beberapa aplikasi. 

Dan sebenarnya, Anda bisa juga menggunakan penyambung T atau Y secara kombinasi untuk menggantikan cross fitting, jika ingin mendapatkan fleksibilitas yang lebih baik dengan turbulensi yang lebih rendah.

Multiple Manifold Pneumatic Fittings - Bawalaksana ID
Multiple Manifold Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Multiple Manifold

Multiple manifold fitting berfungsi untuk membagi aliran udara dari satu sumber menjadi beberapa cabang (hingga 4 jalur udara). 

Meskipun secara fungsi menyerupai four-way fitting, namun perbedaannya yang paling mencolok adalah dari sisi formasinya. Multiple manifold memiliki satu jalur udara yang sejajar (minim turbulensi), sedangkan yang tiga lainnya membentuk cabang ke samping seperti halnya T fitting.

Meskipun cukup jarang digunakan, multiple manifold menjadi salah satu jenis fitting yang sangat dibutuhkan, terutama untuk rangkaian pneumatik yang kompleks.

Tipe koneksi yang tersedia untuk manifold fitting meliputi:

  • Push-in
  • Standard

Adapun material untuk manifold fitting menggunakan: 

  • Technopolymer

Sebagai informasi, bahwa penggunaan multiple manifold fitting sangat bergantung pada rancangan sistem pneumatik, kebutuhan aliran udara dan kompleksitas aplikasi industri.

Fitting jenis ini dibutuhkan ketika satu sumber udara bertekanan perlu disalurkan ke beberapa aktuator pneumatik atau solenoid valve. 

Cara seperti ini juga dapat mengurangi kebutuhan banyak fitting dan selang pneumatik, terutama untuk aplikasi di ruang yang sangat terbatas.

Baca Juga: Jenis-jenis Selang Pneumatic Terbaik dan Fungsinya di Industri
Adapter/Reducer Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Pneumatic Adapter Fittings – Bawalaksana ID

Adapter

Pneumatic adapter berfungsi untuk mengonversi saluran dari dua jenis koneksi berbeda agar bisa terhubung dengan rapat tanpa ada kebocoran. Fitting adapter menjadi penghubung dua saluran berbeda yang seharusnya tidak kompatibel secara langsung.

Perlu kami sebutkan, bahwa pneumatic adapter fitting sangat bervariasi untuk setiap vendor. Karena itu, kami akan menampilkan sebagiannya saja untuk mewakili dari sekian banyak jenis adapter yang ada.

Seperti halnya straight fitting, pneumatic adapter memiliki bentuk yang lurus dan hanya terdiri dari dua konfigurasi, seperti :

  • Ulir ke plug-in: Menghubungkan tipe koneksi ulir ke push-in fitting
  • Ulir ke barb: Menghubungkan tipe koneksi ulir ke dalam selang pneumatik secara langsung

Catatan: Tipe koneksi barb mirip dengan plug-in namun memiliki gerigi yang bisa dimasukkan ke dalam selang, kemudian dirapatkan menggunakan klem. Sementara tipe koneksi plug-in bisa disambungkan ke push-in fitting dengan cepat dan praktis.

Tipe koneksi yang tersedia untuk pneumatic adapter fitting meliputi:

  • Standard
  • Plug-in (push-to-connect)
  • Barb

Adapun material untuk adapter fitting menggunakan: 

  • Brass putih atau kuning

Meskipun fitting jenis adapter terbilang sederhana seperti halnya straight, namun konfigurasinya sangat critical. Dengan menggunakan adapter, maka koneksi yang berbeda dapat disambungkan dengan cepat dan praktis tanpa ada potensi kebocoran.

Pneumatic adapter fitting sangat krusial untuk menghubungkan jalur pipa pneumatik dari material sesama logam atau technopolymer (plastik) melalui koneksi push-in.

Dengan begitu, fleksibilitas jalur udara dari sistem pneumatik dapat disesuaikan dengan mudah dan cepat, tanpa perlu mengeluarkan biaya yang mahal.

Reducer Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Reducer Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Reducer

Reducer fitting merupakan komponen penghubung untuk saluran pneumatik yang berfungsi untuk mengubah laju aliran udara. 

Fitting jenis ini dapat berbentuk straight atau elbow, sementara pada kedua ujungnya menggunakan konektor yang sama atau berbeda.

Reducer fitting dapat dirancang dengan dua ujung saluran yang berbeda ukuran atau dilengkapi dengan regulator kecil sehingga membuat saluran udara menyempit. 

Penyempitan tersebut selanjutnya berkontribusi pada penurunan laju aliran udara.

Aplikasi reducer fitting mencakup seperti:

  • Menyesuaikan laju aliran udara berdasarkan kebutuhan sistem.
  • Menghubungkan komponen pneumatik yang memiliki ukuran port berbeda.
  • Memperkecil atau memperbesar ukuran saluran udara menyesuaikan kebutuhan sistem.

Secara umum, fitting jenis reducer memiliki beberapa pilihan, diantaranya:

  • Straight: Dengan bentuk yang lurus dan salah satu ujungnya memiliki diameter lebih kecil yang bertujuan untuk menurunkan laju aliran udara. Pada versi lainnya kedua ujungnya memiliki ukuran yang sama, namun pada bagian tengah terdapat miniature pressure regulator untuk menurunkan laju aliran udara.
  • Elbow: Menggabungkan antara format siku-siku (90°) dan dilengkapi dengan miniature pressure regulator.
  • Thread: Memiliki bentuk ulir male dan female dengan ukuran diameter di kedua ujungnya terdapat sedikit perbedaan.

Tipe koneksi yang tersedia untuk reducer fitting meliputi:

  • Push-in
  • Plug-in (push-to-connect)
  • Standard

Adapun material untuk reducer fitting menggunakan: 

  • Technopolymer
  • Brass putih
  • Stainless steel

Secara bentuk, reducer fitting mungkin dianggap mirip dengan adapter fitting (untuk varian tertentu). Namun, jika dilihat dari sisi fungsi, reducer memiliki perbedaan yang sangat signifikan. 

Reducer fitting berfungsi untuk mengecilkan atau memperbesar (increaser) akuran aliran udara. Sedangkan pneumatic adapter berfungsi untuk menghubungkan dua saluran udara yang tidak kompatibel secara langsung, baik dari segi ukuran dan jenis koneksinya.

Sebagai pertimbangan, untuk aplikasi yang bertujuan untuk mengatur kecepatan gerakan silinder secara akurat, maka reducer yang dilengkapi miniature pressure regulator adalah pilihan terbaik.

Namun, untuk aplikasi yang bertujuan untuk mengurangi laju aliran udara yang menuju komponen tertentu, maka bisa menggunakan reducer thread atau plug-in.

Baca Juga: Silinder Pneumatik: Komponen, Jenis dan Cara Kerjanya
Swivel Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Swivel Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Swivel

Fitting swivel adalah jenis penghubung yang pada bagian body-nya dapat berotasi untuk menyesuaikan pergerakan dari selang pneumatik yang bergerak bebas. 

Fitur seperti ini mengurangi resiko selang mudah pecah karena sering tertekuk. Hal ini berfungsi untuk mengurangi tekanan mekanis pada selang dan memperpanjang umur pemakaiannya.

Fitting swivel menjadi sangat krusial pada aplikasi rotary pneumatic cylinder, dimana selang perlu mengikuti mobilitas gerakan putar agar tidak mudah pecah karena sering tertarik.

Contoh aplikasi Fitting Swivel Pneumatic by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Swivel Fitting in Action – Bawalaksana ID

Aplikasi swivel fitting mencakup seperti:

  • Sistem yang melibatkan gerakan mekanis secara rotasi, linear atau kombinasi dari keduanya.
  • Aplikasi untuk sistem dimana jalur udara harus bergerak bebas dan menyesuaikan perubahan secara dinamis.
  • Aplikasi yang membutuhkan penyesuaian dalam pemasangan, mengikuti space yang tersedia di ruang yang terbatas.

Secara umum, fitting jenis swivel memiliki beberapa pilihan, seperti:

  • Single: Menyediakan 1 saluran udara yang dapat berotasi
  • Double: Menyediakan 2 saluran udara secara garis lurus dan dapat berotasi bersamaan
  • Dual single: Menyediakan 2 saluran udara secara parallel yang dapat berotasi 
  • Dual double: Menyediakan 2+2 saluran udara secara parallel yang dapat berotasi
  • Triple single: Menyediakan 3 saluran udara secara parallel yang dapat berotasi 
  • Triple double: Menyediakan 3+3 saluran udara secara parallel yang dapat berotasi

Tipe koneksi yang tersedia untuk swivel fitting adalah:

  • Push-in

Adapun material untuk swivel fitting menggunakan: 

  • Technopolymer
  • Brass putih

Fleksibilitas swivel fitting sangat penting untuk menunjang keawetan selang pneumatik. Hal ini juga akan berkontribusi pada upaya untuk mengurangi biaya perawatan atau penggantian selang yang pecah karena mobilitas alat pneumatik yang tinggi.

Banjo Pneumatic Fittings by Bawalaksana.id - Distributor Resmi Peralatan Pneumatik dari Metal Work
Banjo Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Banjo

Banjo fitting adalah jenis penghubung yang memiliki kesamaan bentuk dengan swivel, namun tidak dapat berotasi. Fitting ini digunakan untuk menghubungkan selang atau pipa ke komponen lainnya dari sistem pneumatik pada sudut putar yang telah ditentukan. 

Dengan kata lain, sudut putar bagian body dari banjo fitting tidak dapat disesuaikan lagi ketika sekrup (ulir) sudah dikencangkan.

Banjo merupakan penghubung alternatif dari elbow yang dapat membuat belokan pada aliran udara. Namun, pada banjo fitting ini kita dapat menyesuaikan sudut putar kemana arah aliran udara ketika sekrup dikencangkan.

Berdasarkan spesifikasi secara teknis, fitting jenis banjo diperuntukkan pada aplikasi bertekanan tinggi. Sementara swivel fitting lebih sering digunakan untuk sistem yang membutuhkan fleksibilitas gerakan.

Secara umum, fitting jenis banjo memiliki beberapa pilihan, seperti:

  • Single: Menyediakan 1 saluran udara (tidak dapat berotasi).
  • Double: Menyediakan 2 saluran udara secara garis lurus (tidak dapat berotasi).
  • Dual single: Menyediakan 2 saluran udara secara parallel (tidak dapat berotasi).
  • Dual double:  Menyediakan 2+2 saluran udara secara parallel (tidak dapat berotasi).

Tipe koneksi yang tersedia untuk banjo fitting adalah:

  • Quick
  • Standard
  • Compression

Adapun material untuk banjo fitting menggunakan: 

  • Brass putih
  • Stainless steel

Agar dapat memudahkan untuk mengetahui perbedaan fungsi antara swivel dan banjo fitting, tabel berikut ini dapat dijadikan sebagai referensi:

AdvantagesSwivelBanjo
RotasiMemiliki kemampuan rotasi pada sudut putar tertentu untuk mengikuti pergerakan dari selang pneumatik.Memiliki sudut putar yang tetap ketika sekrup fitting sudah dikencangkan.
AplikasiUntuk aplikasi dengan fleksibilitas tinggi dan bergerak secara dinamis, seperti pada aktuator pneumatik linear atau rotasi.Untuk aplikasi yang memiliki sudut putar yang tetap dengan kemudahaan dalam penyesuaian arah aliran udara.
FleksibilitasMemiliki fleksibilitas yang lebih baik dengan adanya swivel atau sudut rotasi yang bisa mengikuti perpindahan selang. Kelebihan ini dapat membantu agar selang tidak mudah tertekuk atau pecah.Memiliki sudut putar yang tetap sehingga tidak bisa mengikuti pergerakan selang yang dinamis.
Tekanan operasiLebih sering digunakan untuk tekanan operasi yang relatif rendah.Dapat digunakan untuk tekanan operasi yang tinggi, serta dengan tipe fitting compression dan thread (ulir) untuk mencegah kebocoran.
Accessories (Lineonline) Pneumatic Fittings - Bawalaksana ID
Accessories (Lineonline) Pneumatic Fittings – Bawalaksana ID

Accessories Pneumatic Fittings

Accessories pneumatic fittings memiliki rancangan yang lebih kompleks daripada beberapa jenis fitting yang telah kami sebutkan sebelumnya. Fitting aksesoris merupakan penghubung dalam saluran pneumatik dengan disertai beberapa fitur tambahan untuk meningkatkan fungsi dan kinerja pneumatic system.

Pilihan yang tersedia untuk fitting aksesoris sangatlah banyak dan setiap vendor memiliki opsional yang berbeda-beda.

Berikut ini kami akan menyebutkan beberapa diantara pilihan untuk accessories pneumatic fittings:

In-Line Pneumatic Valve

Katup pneumatik in-line merupakan jenis fitting yang dilengkapi dengan katup searah (unidirectional valve). Fitting ini dapat dihubungkan secara seri atau paralel dengan produk lain yang memiliki tipe koneksi yang sesuai. 

In-Line Pneumatic Valve - Bawalaksana ID
In-Line Pneumatic Valve – Bawalaksana ID

Fungsi utamanya adalah untuk mengarahkan aliran udara kepada satu arah. Ketika udara masuk dari port 1, maka aliran udara akan diteruskan. Namun ketika udara masuk dari port 2 (berlawanan arah), maka katup akan menutup untuk menghentikan aliran udara tersebut.

Fitur seperti ini penting karena dapat memastikan arah aliran udara tidak saling berlawanan yang menyebabkan turbulensi dan penurunan kinerja.

In-Line Pressure Gauge

Pengukur tekanan in-line memiliki fungsi untuk mengukur tekanan udara yang melewati fitting dengan pembacaan yang akurat. Fitting ini juga dapat dihubungkan secara seri atau paralel dengan produk lain yang memiliki tipe koneksi yang sesuai.

In-Line Pressure Switch

Fitting dengan fungsi pressure switch menyediakan manfaat untuk menutup atau membuka aliran udara yang dapat dikontrol melalui saklar listrik. 

Konfigurasi yang tersedia untuk pressure switch ini adalah normally open (NO) dan normally close (NC).

Jika konfigurasi default-nya adalah NO, maka saluran udara akan tertutup rapat. Namun, ketika sinyal listrik diaktifkan, maka katup akan terbuka dan udara bertekanan dapat mengalir melewati fitting hingga arus listrik dihentikan.

In-Line Quick-Exhaust Valve

Katup pembuangan cepat berfungsi untuk meningkatkan pembuangan udara, terutama untuk aliran udara dari arah berlawanan.

Pada dasarnya, katup ini memiliki fungsi yang mirip dengan In-Line Pneumatic Valve, mengarahkan udara kepada satu arah. Namun bedanya, ketika udara datang dari arah berlawanan, maka udara akan dibuang dengan cepat ke atmosfer.

Katup pembuangan cepat sering digunakan untuk membuang secara cepat udara yang keluar dari silinder pneumatik. Dengan begitu, gerakan silinder menjadi lebih responsif karena tidak ada delay dalam proses pembuangan udara ke atmosfer.

Demikianlah penjelasan tentang beberapa accessories pneumatic fittings yang dapat kami sebutkan. Dikarenakan adanya keterbatasan waktu, maka pada kesempatan ini kami hanya bisa menunjukkan beberapa saja.

Kami percaya, bahwa masih ada banyak sekali jenis-jenis fitting pneumatic yang sangat krusial untuk industri, namun dalam artikel ini kami belum bisa membahas secara lengkap. 

Meski begitu, dari sekian banyak fitting yang telah kami jelaskan, itu sudah cukup untuk memberikan gambaran umum tentang fitting pneumatic dan jenis-jenisnya.

Baca Juga: 10+ Komponen Sistem Pneumatik yang Perlu Diketahui
Alasan Mengapa Fitting dari Metal Work Menjadi yang Terbaik - Bawalaksana ID

Jenis Material yang Umumnya Digunakan untuk Fitting Pneumatic

Tim Bawalaksana.id telah membahas beberapa jenis pneumatic fittings yang dikategorikan berdasarkan jenisnya. Selanjutnya, kami ingin menjelaskan secara ringkas beberapa material atau bahan yang umumnya digunakan oleh fitting-fitting tersebut.

Berikut ini adalah beberapa jenis material yang umumnya digunakan untuk fitting pneumatic:

Technopolymer

Technopolymer adalah jenis plastik rekayasa (engineering plastic) yang memiliki ketahanan yang baik secara mekanis, termal dan kontak dengan zat kimia. Plastik rekayasa ini tentunya lebih unggul dibandingkan plastik konvensional. 

Tim R&D dari manufaktur komponen pneumatik memiliki standar dan value yang berbeda untuk setiap produk plastik rekayasa. Karena itu, kualitas dari setiap vendor tentu juga akan sangat berbeda dari berbagai sisi.

Secara umum, keunggulan dari material technopolymer adalah ringan, tahan korosi, tahan terhadap tekanan dan suhu yang cukup tinggi.

Fitting yang menggunakan bahan technopolymer memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Operating temperature: -20°C to 60°C
  • Working pressure: -0,99 to 12 BAR

Penting untuk dicatat, bahwa setiap produk fitting perlu memenuhi standar regulasi yang berlaku, sebagai bentuk kepatuhan terhadap norma-norma di industri. Termasuk juga dalam hal ini adalah jenis-jenis fitting pneumatic yang telah kami diatas.

Silahkan untuk menuju halaman berikut ini untuk mengetahui lebih detailnya, Product Declarations and Certificates for Pneumatic Components by Metal Work.

Brass putih

Brass putih adalah komponen yang terbuat dari material kuningan dengan kandungan seng (Zn) yang cukup tinggi. Hal ini menghasilkan warna yang mendekati putih dibandingkan dengan brass yang cenderung memiliki warna kekuningan.

Komposisi dari brass putih tentunya sangat berbeda untuk setiap manufaktur komponen pneumatik, demikian pula spesifikasi yang ditawarkan.

Secara umum, material fitting yang menggunakan bahan brass putih memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Operating temperature: -20°C to 60°C / -20°C to 80°C / tergantung jenis fitting yang digunakan
  • Working pressure: -0,99 to 16 BAR

Brass kuning

Brass kuning adalah komponen yang terbuat dari material kuningan dengan kandungan tembaga (Cu) lebih tinggi dibandingkan seng (Zn). Hal ini menghasilkan warna yang cenderung lebih kuning keemasan. 

Jenis brass ini sering digunakan dalam berbagai aplikasi industri critical karena sifatnya yang tahan korosi dan tahan panas.

Secara umum, material fitting yang menggunakan bahan brass kuning memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Operating temperature: -20°C to 150°C
  • Working pressure: -0,99 to 16 BAR

Stainless steel

Stainless steel adalah bahan yang dibuat dengan perpaduan antara baja dan mengandung setidaknya 10,5% kromium (Cr), sehingga memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi. 

Fitting pneumatic stainless menjadi yang terbaik daripada technopolymer maupun brass. Fitting pneumatic stainless steel sering digunakan dalam berbagai industri critical karena sifatnya yang kuat, tahan panas dan tahan terhadap bahan kimia.

Secara umum, fitting stainless steel memiliki spesifikasi seperti berikut:

  • Operating temperature: -20°C to 150°C / -40°C to 150°C / tergantung jenis fitting dan tubing yang digunakan
  • Working pressure: -0,99 to 18 BAR

Sebagai informasi, bahwa dalam memilih fitting yang tepat untuk industri Anda, perlu mempertimbangkan sejumlah aspek seperti kondisi lingkungan, suhu, tekanan operasi, zat yang berinteraksi dengan komponen dan aspek penting lainnya.

Agar dapat menentukan pilihan yang tepat, silahkan berkonsultasi terlebih dahulu dengan tim engineer di perusahaan Anda atau para profesional yang merekomendasikan produk fitting tersebut.

Baca Juga: Aplikasi Sistem Pneumatik di Manufaktur Elektronik dan Fungsinya
Fitting pneumatic stainless - Berbagai jenis fitting dan konektor untuk sistem pneumatik by Metal Work
Berbagai jenis fitting dan konektor untuk sistem pneumatik by Metal Work Pneumatic.

Fitting Berkualitas untuk Kinerja Sistem Pneumatik yang Optimal

Akhirnya, kita telah menyelesaikan pembahasan tentang jenis-jenis fitting pneumatic untuk sistem otomasi industri. Dengan adanya penjelasan yang lengkap pada artikel ini, maka kita dapat menyadari peran krusial dari komponen connector pneumatic dan fungsi utamanya.

Dengan adanya rentang pilihan yang luas untuk komponen penghubung ini, maka seharusnya hal ini bisa menjadi sarana untuk membangun sistem pneumatik dengan kinerja yang handal.

Pemilihan jenis fitting yang tepat merupakan kunci vital untuk menjaga produktifitas sistem pneumatik pada taraf yang optimal. 

Sebab fitting merupakan komponen pneumatik yang sangat terkait erat dengan standar keselamatan yang tinggi di sektor industri.

Oleh karena itu, gunakanlah fitting yang dapat memenuhi standar industri yang tinggi dan memiliki sertifikat yang diakui secara internasional. Hal ini bertujuan untuk menopang produktifitas dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Kelebihan Fittings dari Metal Work Pneumatic

Perlu diingat, bahwa terdapat banyak sekali jenis-jenis fittings yang tersedia untuk sistem pneumatik, diantaranya adalah seperti pada infografis berikut ini. Setiap vendor dapat membuat berbagai jenis dan desain untuk fittings, dengan segala kelebihan dan kekurangannya.

Adapun fittings dari Metal Work Pneumatic memiliki 4 kelebihan penting seperti berikut ini:

  • Rentang pilihan luas untuk menunjang produktifitas dan fleksibilitas aplikasi di berbagai sektor industri.
  • Tidak membutuhkan sealant dari bahan Teflon, sehingga aman dari resiko fragment yang terlepas saat pemasangan yang berpotensi mengontaminasi proses produksi.
  • Setiap jenis fitting dilengkapi O-ring untuk meningkatkan sambungan yang aman dan bebas kebocoran, serta meningkatkan segel ulir ke permukaan yang miring, kasar dan sedikit cembung (dapat digunakan ribuan kali).
  • Tersedia opsi untuk sektor industri F&B (NSF/ANSI standard, regulation 1935/04 EU & 2023/06 EU, DM 174).

PT. Bawalaksana Central Industrial adalah distributor resmi dari Metal Work Pneumatic yang dapat menyuplai rentang pilihan yang luas dan komprehensif untuk sistem otomasi pneumatik.

Kami juga telah menjadi distributor resmi dari Mebra Plastik Italia dan Instruments To Industry (ITI), serta menjadi Authorized System Integrator untuk Phoenix Contact.

Melalui dukungan tim engineer yang profesional dan berpengalaman, serta mitra yang solid di wilayah Asia dan Eropa, kami yakin dapat menjadi partner terbaik Anda untuk membangun manufaktur cerdas dan modern.

Saat ini kami sedang membuka peluang kolaborasi seluas-luasnya dengan perusahaan Anda untuk mewujudkan industri yang maju dan berkelanjutan.

Jika Anda memiliki pertanyaan terkait produk dan layanan kami, atau yang berkaitan dengan sistem otomasi industri, silahkan berkonsultasi dengan tim profesional kami.

Silahkan klik button konsultasi di bawah ini untuk mulai menyapa dan berbicara dengan tim engineer Bawalaksana.id.


Romanta Pinrih Linuwih - Managing Director at PT. Bawalaksana Central Industrial - Square

Romanta Pinrih Linuwih

Pneumatic Automation System Expert

Artikel ini ditulis dengan kolaborasi bersama Romanta Pinrih Linuwih, ahli di bidang Pneumatic Automation System, untuk memastikan keakuratan dan kualitas tulisan terbaik.

Recent Posts

Recommendations

Feel overwhelmed when selecting industrial automation components?

We are here to assist you in selecting the optimal industrial automation parts and components for your specific requirements. Invest in high-quality equipment to prevent unplanned downtime that leads to high maintenance expenses.

Related Post

Pin It on Pinterest

Share This